Acubi: Gaya Keren Santai Korea yang Viral di Seluruh Dunia
Tren pakaian Korea terus berkembang dan melahirkan berbagai gaya yang mudah dikenali dari cara memadukan warna, bentuk pakaian, hingga proporsi tubuh. Salah satu yang mendapat perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir adalah Acubi. Gaya ini dikenal melalui kombinasi pakaian berpotongan longgar, warna yang cenderung redup, atasan yang lebih pas di badan, serta teknik layering yang terlihat sederhana tetapi tetap terencana.
Berbeda dari gaya Y2K yang sering menggunakan warna mencolok, aksesori berlebihan, atau siluet yang sangat khas era 2000-an, tren ini mengambil sebagian elemennya lalu dibuat lebih tenang. Karena itu, hasil akhirnya terlihat santai, sedikit edgy, dan tetap mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Popularitasnya juga tidak berhenti di Korea Selatan. Media sosial seperti TikTok, Instagram, Pinterest, dan berbagai platform berbasis video ikut membuat estetika tersebut dikenal oleh pengguna fashion di berbagai negara.
Dari Mana Acubi Berasal?
Istilah Acubi berkaitan dengan Acubi Club, sebuah label fashion Korea Selatan yang menjadi salah satu referensi penting bagi perkembangan estetika tersebut. Nama itu kemudian digunakan secara lebih luas di internet untuk menggambarkan kelompok gaya berpakaian yang memiliki karakter serupa, bukan hanya pakaian dari satu merek tertentu.
Hal yang menarik, penggunaan istilah ini tidak selalu sama di Korea Selatan dan di komunitas fashion internasional. Di luar Korea, terutama di media sosial berbahasa Inggris, istilah tersebut semakin sering digunakan sebagai nama estetika. Sementara itu, pakaian dengan ciri serupa sebenarnya berkembang dari berbagai pengaruh dalam street fashion Korea. Dengan demikian, tren ini lebih tepat dipahami sebagai estetika yang berkembang dari suatu ekosistem fashion, bukan sekadar koleksi pakaian dari satu label.
Perpaduan Y2K dan Minimalisme
Salah satu alasan gaya ini mudah dikenali adalah pertemuan dua karakter yang tampaknya berbeda. Di satu sisi terdapat pengaruh fashion awal 2000-an, seperti celana low-rise, baby tee, rok panjang, atasan cropped, dan bentuk pakaian yang menonjolkan permainan proporsi. Di sisi lain, terdapat pendekatan minimalis Korea yang lebih menyukai warna netral dan bentuk yang tidak terlalu ramai.
Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan yang tidak sepenuhnya retro dan juga tidak benar-benar minimalis klasik. Detail dari era 2000-an tetap terlihat, tetapi dibuat lebih kalem. Bahkan, beberapa outfit dapat terlihat seperti pakaian biasa jika dilihat satu per satu. Daya tariknya baru muncul ketika beberapa item disusun menjadi satu kesatuan.
Warna Netral Menjadi Dasar Utama
Warna merupakan salah satu bagian paling penting dalam estetika ini. Hitam, putih, abu-abu, krem, beige, cokelat muda, khaki, dan warna-warna yang sedikit pudar sering menjadi pilihan. Palet seperti itu membuat beberapa pakaian dengan bentuk berbeda tetap terlihat serasi ketika dipakai bersamaan.
Namun, penggunaan warna netral bukan berarti seluruh outfit harus berwarna sama. Justru, perbedaan tingkat kecerahan dapat membuat pakaian terlihat lebih berdimensi. Misalnya, celana abu-abu tua dapat dipasangkan dengan atasan putih tulang dan outerwear abu-abu muda. Hasilnya tetap sederhana, tetapi tidak tampak datar.
Siluet Longgar dan Permainan Proporsi
Pakaian berukuran longgar merupakan ciri yang cukup kuat. Celana wide-leg, cargo pants, oversized hoodie, jaket besar, serta outerwear dengan bahu yang lebih lebar sering digunakan untuk menciptakan volume pada tubuh.
Menariknya, pakaian longgar biasanya tidak dipakai sendirian. Atasan yang lebih fitted dapat dipasangkan dengan celana yang sangat lebar. Sebaliknya, outerwear besar bisa dikenakan di atas tank top atau kaus yang lebih mengikuti bentuk badan. Kontras tersebut membuat outfit terlihat seimbang sekaligus memberikan kesan santai.
Acubi: Layering yang Tidak Terlihat Berlebihan
Layering menjadi salah satu teknik yang membuat gaya ini berbeda dari outfit kasual biasa. Beberapa lapisan pakaian dapat digunakan sekaligus, tetapi masing-masing mempunyai fungsi visual yang jelas.
Tank top dapat digunakan sebagai lapisan dasar, kemudian ditambahkan kaus tipis, cardigan pendek, kemeja terbuka, atau jaket oversized. Pada kesempatan lain, atasan berlengan panjang dapat muncul sedikit dari bawah kaus pendek. Cara tersebut membuat pakaian sederhana terlihat lebih kompleks tanpa membutuhkan banyak aksesori.
Atasan Fitted dan Bawahan Lebar
Kombinasi antara atasan yang lebih pas dan bawahan yang longgar menjadi salah satu formula paling mudah dikenali. Baby tee, cropped top, fitted long-sleeve, atau tank top dapat menjadi bagian atas. Kemudian, celana wide-leg atau cargo digunakan untuk memberikan volume pada bagian bawah.
Formula tersebut juga cukup praktis karena tidak mengharuskan seseorang membeli pakaian yang benar-benar khusus. Kaos polos yang sudah dimiliki dapat digunakan selama proporsinya sesuai. Bahkan, celana jeans lebar yang sederhana dapat memberikan kesan serupa jika dipadukan dengan atasan yang lebih kecil dan outerwear yang longgar.
Cargo Pants dan Wide-Leg Trousers
Celana cargo memiliki tempat penting karena kantong dan bentuknya memberikan detail visual tanpa membutuhkan motif yang ramai. Warna hitam, abu-abu, khaki, dan olive sering dipilih agar tetap sesuai dengan palet keseluruhan.
Sementara itu, wide-leg trousers menawarkan tampilan yang lebih bersih. Celana seperti ini dapat digunakan bersama fitted top, hoodie, cardigan, atau blazer oversized. Pilihan akhirnya bergantung pada kesan yang ingin dibuat, mulai dari sporty hingga lebih rapi.
Acubi: Outerwear Berukuran Besar
Jaket, blazer, hoodie, cardigan, dan coat berukuran oversized sering digunakan untuk memberikan struktur pada outfit. Outerwear juga berguna ketika pakaian bagian dalam terlihat terlalu sederhana.
Misalnya, tank top hitam dan celana abu-abu sebenarnya sudah cukup untuk outfit sehari-hari. Namun, tambahan jaket oversized dapat mengubah keseluruhan proporsi. Karena itu, outerwear bukan sekadar pelindung tubuh dari udara dingin, tetapi juga bagian penting dari komposisi pakaian.
Detail Asimetris Memberi Kesan Edgy
Walaupun mengutamakan kesederhanaan, gaya ini tidak sepenuhnya polos. Beberapa pakaian dapat memiliki potongan asimetris, bahan transparan, detail tali, bukaan yang tidak biasa, atau bentuk yang sedikit tidak konvensional.
Detail kecil tersebut memberikan karakter tanpa membuat outfit menjadi terlalu ramai. Karena warna dan elemen utama tetap tenang, satu detail yang berbeda justru dapat menjadi titik perhatian.
Acubi: Sheer Layer untuk Menambah Tekstur
Bahan sheer atau transparan dapat digunakan sebagai lapisan tambahan. Atasan transparan biasanya dikenakan di atas tank top, camisole, atau kaus sederhana sehingga menghasilkan beberapa tingkat tekstur.
Penggunaan bahan tersebut juga memperlihatkan bagaimana estetika ini memanfaatkan layering. Bukan hanya warna yang ditumpuk, tetapi juga bahan dan tingkat transparansi. Hasilnya lebih menarik ketika dilihat dari dekat, meskipun keseluruhan outfit tetap memiliki warna yang sederhana.
Aksesori Cenderung Sederhana
Aksesori dalam gaya ini biasanya tidak mengambil alih perhatian. Shoulder bag kecil, tas dengan bentuk sederhana, kalung tipis, anting kecil, cincin, atau ikat pinggang dapat digunakan untuk melengkapi outfit.
Prinsipnya adalah menambahkan detail secukupnya. Jika pakaian sudah memiliki banyak lapisan, aksesori berlebihan justru dapat membuat tampilan kehilangan keseimbangan. Sebaliknya, outfit yang sangat sederhana dapat diberi sedikit aksen melalui tas atau perhiasan.
Sepatu Menentukan Karakter Outfit
Sneakers menjadi pilihan yang mudah karena sesuai dengan karakter santai. Model chunky sneakers dapat memperkuat kesan streetwear, sedangkan sneakers yang lebih ramping menghasilkan tampilan yang lebih minimal.
Selain sneakers, boots juga dapat digunakan. Combat boots memberikan kesan lebih tegas, sementara ankle boots dapat membuat outfit terlihat sedikit lebih dewasa. Dengan begitu, jenis sepatu dapat mengubah karakter pakaian tanpa harus mengganti seluruh outfit.
Acubi: Mengapa Gaya Ini Terlihat Santai tetapi Tetap Rapi?
Rahasia visualnya berada pada keseimbangan. Pakaian memang terlihat longgar dan seolah-olah dipakai tanpa banyak usaha, tetapi proporsinya tetap diperhatikan. Atasan kecil dengan bawahan besar, outerwear oversized dengan inner fitted, atau beberapa warna netral yang memiliki tingkat kecerahan berbeda membuat outfit tetap terstruktur.
Itulah sebabnya tampilan tersebut sering terlihat effortless. Kesannya santai, tetapi sebenarnya terdapat keputusan visual di balik pemilihan ukuran, panjang pakaian, warna, dan lapisan.
Peran Media Sosial dalam Popularitas Acubi
Media sosial mempunyai pengaruh besar terhadap penyebaran tren ini. Outfit dengan warna abu-abu, hitam, putih, dan beige sangat mudah menghasilkan tampilan visual yang konsisten dalam foto maupun video. Selain itu, layering juga memberikan banyak detail yang dapat diperlihatkan melalui video pendek.
TikTok dan platform sejenis memungkinkan pengguna di luar Korea melihat gaya tersebut, kemudian membuat interpretasi mereka sendiri. Akibatnya, sebuah estetika yang awalnya berkaitan dengan street fashion Korea dapat berubah menjadi kategori fashion global. CNA mencatat bahwa tren tersebut telah bergerak jauh dari lingkaran fashion Korea dan masuk ke street style serta lemari pakaian konsumen muda di berbagai negara.
Acubi: K-Pop Ikut Memperluas Jangkauan
K-pop menjadi salah satu faktor yang mempercepat perhatian terhadap gaya berpakaian Korea. Pakaian idol sering dianalisis oleh penggemar, kemudian direplikasi dalam versi yang lebih terjangkau untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, penting untuk membedakan antara idol yang benar-benar memakai pakaian dari label tertentu dan idol yang hanya mengenakan outfit dengan karakter visual serupa. Tidak setiap pakaian dengan warna netral, celana longgar, atau layering otomatis berasal dari estetika yang sama. Para stylist K-pop juga mengambil referensi dari berbagai aliran fashion secara bersamaan.
Mengapa Gen Z Menyukainya?
Salah satu daya tarik terbesarnya adalah fleksibilitas. Outfit dapat dibuat sederhana untuk kuliah, sedikit lebih sporty untuk aktivitas santai, atau lebih edgy untuk pergi bersama teman. Pengguna tidak harus mengikuti satu formula secara kaku.
Selain itu, pakaian longgar menawarkan kenyamanan yang sulit didapat dari outfit dengan siluet sangat ketat. Di tengah meningkatnya minat terhadap pakaian yang nyaman tetapi tetap layak difoto dan dibagikan di media sosial, karakter tersebut menjadi keuntungan tersendiri. Media Indonesia juga mencatat bahwa gaya ini mendapat perhatian Gen Z karena menggabungkan kesan sederhana, nyaman, dan mudah dipadukan.
Tidak Harus Menggunakan Merek Korea
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa seseorang harus membeli pakaian dari merek Korea tertentu agar dapat mengenakan gaya ini. Padahal, yang lebih penting adalah bentuk, warna, proporsi, dan cara menyusunnya.
Kaos polos, celana jeans lebar, cardigan, jaket denim, hoodie, atau sneakers yang sudah tersedia di lemari dapat digunakan. Bahkan pakaian thrift dapat menjadi pilihan menarik karena estetika ini memang memiliki hubungan kuat dengan siluet vintage dan pengaruh fashion awal 2000-an.
Acubi: Cara Membuat Outfit yang Sederhana
Untuk pemula, tidak perlu langsung menggunakan banyak lapisan. Mulailah dengan satu atasan fitted dan satu bawahan longgar. Setelah itu, tambahkan outerwear jika diperlukan.
Contoh yang mudah adalah fitted long-sleeve berwarna putih, cargo pants abu-abu, sneakers sederhana, dan shoulder bag hitam. Jika ingin tampil sedikit lebih kompleks, tambahkan cardigan pendek atau jaket oversized. Dengan cara tersebut, perubahan terlihat jelas tanpa harus membeli banyak pakaian.
Cara Memilih Warna yang Mudah Dipadukan
Gunakan dua atau tiga warna utama dalam satu outfit. Hitam dan abu-abu merupakan kombinasi yang mudah, begitu juga krem dengan cokelat muda atau putih dengan denim biru pudar.
Setelah terbiasa, warna seperti olive, charcoal, navy, atau burgundy dapat digunakan sebagai aksen. Warna tersebut tetap relatif mudah dipadukan dan tidak mengubah karakter keseluruhan menjadi terlalu mencolok.
Acubi untuk Cuaca Panas
Gaya layering tetap dapat diterapkan di daerah tropis, tetapi jumlah lapisannya perlu dikurangi. Tank top atau fitted tee dapat dipadukan dengan celana wide-leg berbahan ringan.
Kemeja oversized berbahan tipis juga dapat digunakan sebagai outerwear yang bisa dilepas ketika udara terlalu panas. Dengan demikian, karakter outfit tetap terasa tanpa membuat tubuh terlalu tertutup.
Acubi untuk Pria
Estetika ini juga tidak terbatas pada pakaian perempuan. Celana wide-leg, cargo pants, oversized shirt, hoodie, bomber jacket, dan sneakers dapat digunakan oleh pria.
Kuncinya tetap sama, yaitu proporsi dan warna. Kaos fitted dengan celana lebar dapat menghasilkan siluet yang kuat. Sebaliknya, oversized top dengan straight-leg trousers memberikan tampilan yang lebih santai dan tidak terlalu ekstrem.
Acubi Bersifat Relatif Gender-Neutral
Siluet longgar dan palet warna netral membuat banyak elemennya mudah digunakan lintas gender. Tidak ada satu jenis tubuh yang secara mutlak menjadi syarat untuk mengikuti gaya tersebut.
Hal yang lebih penting adalah menyesuaikan potongan dengan kenyamanan pemakai. Celana terlalu lebar tidak harus dipaksakan jika seseorang lebih nyaman menggunakan straight-leg trousers. Begitu pula dengan cropped top yang dapat diganti fitted tee apabila ingin tampilan lebih tertutup.
Perbedaan Acubi dan Y2K
Keduanya memiliki hubungan, tetapi tidak identik. Y2K secara umum mengacu pada nostalgia fashion akhir 1990-an hingga awal 2000-an, dengan banyak variasi mulai dari pakaian glamor sampai sporty.
Sementara itu, estetika ini mengambil sebagian siluet tersebut lalu menurunkan intensitasnya. Warna lebih redup, aksesori lebih sederhana, dan layering lebih dominan. Karena itu, hasilnya terasa seperti Y2K yang diterjemahkan melalui sudut pandang streetwear Korea kontemporer.
Acubi: Perbedaan Acubi dan Clean Girl
Clean girl biasanya menonjolkan penampilan yang bersih, rapi, polished, dan minimal. Warna netral juga sering muncul sehingga keduanya mudah dianggap sama.
Perbedaannya terletak pada siluet dan suasana. Gaya ini cenderung lebih longgar, sedikit undone, dan memiliki pengaruh streetwear serta Y2K yang lebih jelas. Detail seperti cargo pants, hoodie besar, layering, atau potongan asimetris membuatnya terasa lebih kasual dan edgy.
Perbedaan Acubi dan Streetwear Biasa
Streetwear memiliki cakupan yang sangat luas. Logo besar, graphic tee, sneakers tertentu, jaket varsity, dan pakaian yang sangat terinspirasi budaya olahraga dapat masuk ke dalam kategori tersebut.
Sementara itu, estetika ini lebih mengandalkan siluet dan kombinasi warna daripada logo. Karena itu, sebuah outfit tanpa merek terkenal tetap dapat terlihat kuat selama proporsinya tepat. Pendekatan tersebut juga membuat gaya ini relatif mudah diterapkan dengan pakaian yang sudah tersedia.
Apakah Acubi Harus Selalu Berwarna Hitam dan Abu-Abu?
Tidak. Warna netral memang sangat umum, tetapi beige, putih tulang, cokelat, khaki, denim biru pudar, olive, dan warna lembut lainnya juga dapat digunakan.
Yang lebih penting adalah tingkat saturasi dan hubungan antarwarna. Warna yang sedikit muted biasanya lebih mudah menyatu dengan karakter estetika dibandingkan warna neon yang sangat kuat. Namun, satu warna cerah sebagai aksen tetap dapat digunakan jika keseluruhan outfit tidak terlalu ramai.
Acubi: Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengikuti Gaya Ini
Kesalahan pertama adalah menggunakan terlalu banyak pakaian oversized sekaligus tanpa mempertimbangkan proporsi. Jika atasan, outerwear, dan bawahan semuanya sangat besar, bentuk tubuh dapat terlihat tenggelam.
Kesalahan berikutnya adalah menganggap semakin banyak layering berarti semakin sesuai. Padahal, layering yang baik justru membutuhkan kontrol. Dua atau tiga lapisan yang mempunyai fungsi jelas sering kali terlihat lebih menarik daripada lima lapisan yang saling menutupi.
Cara Membuatnya Tetap Nyaman
Kenyamanan harus menjadi pertimbangan karena banyak pakaian yang digunakan memiliki ukuran longgar. Pilih bahan yang sesuai dengan cuaca dan aktivitas. Katun, linen, rayon, atau bahan ringan lainnya lebih cocok untuk kondisi panas dibandingkan rajutan tebal.
Selain itu, perhatikan panjang celana. Wide-leg trousers yang terlalu panjang dapat menyentuh lantai dan mengganggu aktivitas. Jika ingin memakai celana panjang dengan sneakers atau boots, panjangnya sebaiknya tetap memungkinkan seseorang berjalan dengan nyaman.
Mengapa Tren Ini Tidak Cepat Hilang?
Salah satu alasan utamanya adalah kemampuan beradaptasi. Gaya ini dapat berubah mengikuti tren tanpa kehilangan karakter dasarnya. Celana cargo dapat diganti denim, sneakers dapat diganti boots, dan cardigan dapat diganti blazer oversized.
Selain itu, tampilannya tidak terlalu bergantung pada satu produk viral. Selama prinsip mengenai warna, siluet, dan layering masih digunakan, outfit tetap dapat masuk ke dalam spektrum estetika yang sama. Fleksibilitas tersebut membuatnya lebih mudah bertahan dibandingkan tren yang hanya bergantung pada satu jenis pakaian.
Pengaruhnya terhadap Cara Orang Berpakaian
Popularitas estetika ini menunjukkan perubahan cara tren fashion menyebar. Dulu, gaya tertentu sering muncul dari runway, majalah, atau selebritas, kemudian perlahan diterima masyarakat. Sekarang, pengguna media sosial dapat ikut menentukan bagaimana sebuah istilah dipahami dan digunakan.
Dalam kasus ini, nama yang awalnya berkaitan dengan sebuah label fashion berkembang menjadi istilah yang jauh lebih luas di internet. Pengguna dari berbagai negara kemudian membuat versi masing-masing berdasarkan pakaian lokal, tren regional, dan isi lemari mereka sendiri.
Acubi di Indonesia
Di Indonesia, gaya tersebut relatif mudah diterapkan karena banyak elemennya berupa pakaian kasual. Celana jeans lebar, cargo pants, kaus polos, cardigan tipis, sneakers, dan shoulder bag sudah cukup untuk membangun dasar outfit.
Tantangannya terutama terletak pada cuaca. Layering tebal yang nyaman digunakan di Seoul belum tentu praktis di kota-kota Indonesia yang panas dan lembap. Karena itu, versi lokal yang lebih ringan justru lebih masuk akal. Kemeja tipis, outerwear ringan, dan bahan yang mudah menyerap atau mengalirkan udara dapat mempertahankan tampilan tanpa mengorbankan kenyamanan.
Tren yang Mengutamakan Proporsi
Pada akhirnya, daya tarik utama gaya ini bukan terletak pada harga pakaian atau merek tertentu. Proporsi justru menjadi elemen yang paling menentukan. Atasan kecil dengan celana besar, pakaian panjang dengan outerwear pendek, atau beberapa lapisan dengan panjang berbeda dapat menciptakan visual yang menarik.
Itulah sebabnya seseorang dapat memperoleh tampilan serupa tanpa membeli seluruh lemari baru. Dengan memahami hubungan antara ukuran, panjang, warna, dan tekstur, pakaian dasar pun dapat disusun menjadi outfit yang terlihat jauh lebih terencana.
Acubi dan Perubahan Selera Fashion Anak Muda
Popularitasnya menunjukkan bahwa fashion anak muda tidak selalu bergerak menuju sesuatu yang semakin mencolok. Setelah berbagai tren maksimalis mendominasi media sosial, muncul pula minat terhadap pakaian yang lebih tenang, fleksibel, dan nyaman.
Estetika ini berada di tengah-tengah. Ia tidak sepolos minimalisme klasik, tetapi juga tidak seramai Y2K maksimalis. Ada unsur streetwear, nostalgia awal 2000-an, dan eksperimentasi proporsi, namun semuanya disatukan melalui warna yang lebih tenang.
Kesimpulan
Acubi: Gaya Keren Santai Korea yang Viral di Seluruh Dunia merupakan istilah fashion yang berkembang dari pengaruh street style Korea dan kemudian meluas melalui media sosial. Karakternya dapat dikenali melalui warna netral, siluet longgar, kombinasi atasan fitted dengan bawahan lebar, layering, serta detail Y2K yang dibuat lebih sederhana.
Popularitasnya juga menunjukkan bagaimana sebuah istilah fashion dapat berubah ketika berpindah dari konteks lokal ke komunitas global. Pengguna dari berbagai negara tidak sekadar meniru outfit Korea, tetapi mengadaptasinya sesuai cuaca, budaya berpakaian, dan pakaian yang mereka miliki. Karena itu, daya tarik gaya ini bukan hanya pada penampilannya yang santai dan keren, melainkan juga pada fleksibilitasnya untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Leave a Reply